× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

5 Perusahaan yang Sukses Meniru Desain Alam

By Redaksi
Laba-Laba Membangun Jaring Sutera. Foto : Shutterstock

MajalahCSR.id – Saat orang berpikir contoh desain terbaik, boleh jadi ponsel iPhone sebagai rujukan, atau mobil Tesla jika di bidang otomotif.  Keduanya memiliki desain gabungan dari fungsi sempurna dan bentuk yang “timeless”. Desain yang baik selalu berhubungan dengan kekuatan, daya tahan, dan kemampuan untuk tetap bisa menyesuaikan dengan waktu hingga kapan pun. Desain-desain seperti iPhone dan lainnya kerap menjadi inspirasi bagi yang lain bahkan lintas industri unutk waktu yang akan datang.

Kala orang-orang berpikir tentang desain baik, mereka mungkin luput memikirkan kecepatan ikan sailfish saat berenang, atau strategi serotinous dari biji pinus, bahkan daya tahan pohon Joshua di tengah padang pasir. Orang-orang hanya berpikir tentang produk dan tempat yang sudah dikreasikan oleh manusia, bukan bentuk dan fungsi yang berkembang di alam yang bertahan ratusan hingga jutaan tahun. Bisa dibilang, desain terbaik dari waktu ke waktu.

Jadi mengapa tidak kita belajar dari alam yang efisien, terkoneksi, dan menyeimbangkan ekosistem untuk membangun sistem industri kita? Energi dan material mengalir melalui ekosistem, berubah kembali secara efisien ke dalam bentuk baru tanpa meninggalkan residu atau mengalami stagnasi.  

Greenbiz memberitakan, di pekan ini 10 desainer yang karyanya terinspirasi dari alam diumumkan sebagai finalis dalam ajang Ray of Hope Prize. Ajang ini merupakan buah penghargaan kepada Ray C. Anderson, seorang visioner dari visi keberlanjutan. Sementara ajang ini juga diselanggarakan oleh Biomimicry Institute.

“Ekonomi sirkular lebih dari sekedar mendaur ulang atau memakai kembali alur limbah, yang malah mereduksi pemahaman yang sudah alam lakukan,” ujar Beth Rattner, Direktur Eksekutif Biomimicry Institute.  

Inilah 5 dari 10 finalis terpilih yang menggunakan desain biomimetika (desain yang meniru alam). 

Biohm

Memproduksi bahan bangunan dari mycelium. Produsen bahan bangunan dari bahan alami ini menggunakan struktur akar jamur untuk menghasilkan performansi yang tinggi, rendah biaya dan material sekatan yang lebih berkelanjutan. Melalui proses pengikatan karbon, Biohm menggunakan produk samping dari pertanian untuk menumbuhkan dan memanen mycelium. Startup yang berbasis di London Inggris ini juga mengembangkan material bahan lembaran kayu (bahan alternatif dan bisa terurai) asal produk sampingan dari produksi bahan pangan.

New Iridium

Meniru proses fotosintesis untuk mengakatalisasi reaksi kimia. Dalam proses kimia secara konvesional membutuhkan banyak energi yang signifikan atau tambahan material lain untuk mengkatalisasi reaksi kimia. New Iridium mengembangkan proses katalisasi dengan melihat proses fotosintesis alami, menggunakan cahaya untuk mengubah air dan karbon dioksida menjadi energi kimia. Alhasil, proses ini meniadakan kebutuhan logam berat dan panas buatan (yang butuh energi tinggi) untuk proses katalisasinya.

Impossible Materials

Mendesain bahan pewarna dari cangkang luar kumbang. Impossible Materials memakai sisik putih dari kulit keras (cangkang) kumbang Cyphochilus sebagai inspirasi untuk bahan pewarna yang lebih berkelanjutan dan kuat. Bahan pewarna ini digunakan untuk pasta gigi, hingga cat untuk menandai garis putih di jalan raya. Biasanya untuk pewarna (di jalan raya) ini menggunakan titanium dioksida yang berasal dari penambangan titanium. Padahal nano partikel dari bahan ini bersifat karsinogen yang membahayakan kesehatan. 

Infinite Cooling

Mengambil kembali air dari fasilitas pabrik. Banyaknya air yang digunakan untuk menara pendingin di industri atau pembangkit energi, menimbulkan kadar uap air yang begitu tinggi. Infinite Cooling meniru efektivitas kumbang padang pasir bernama Namib (dalam mendaur air) untuk menanggulangi inefisiensi ini. Mereka mengembangkan produk yang bisa ditambahkan pada menara pendingin untuk fasilitas pabrik yang dimaksud. Solusi ini mampu menyelamatkan jutaan dolar dan ratusan juta galon air per tahunnya.

Spintex Engineering

Memintal sutra seperti laba-laba. Sutra dari laba-laba adalah salah satu material alami terkuat di dunia. Spintex Engineering meniru tingkat presisi dari spinneret (bagian tubuh laba-laba yang memproduksi benang) seekor laba-laba. Produk tiruan sutra laba-laba ini untuk digunakan di industri tekstil, busana, pakaian luar angkasa hingga industri otomotif. Perusahaan startup ini memproduksi sutra dalam temperatur ruang yang 1.000 kali lebih hemat energi dibandingkan produksi serat plastik sintetik. Selain itu hanya dalam prosesnya hanya membutuhkan air tanpa tambahan zat kimia yang membahayakan.  

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]