× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

5 Gaya Hidup Sehat yang Justru Buruk bagi Lingkungan

By Redaksi
Ilustrasi Hot Yoga. Foto : Istimewa

Trend gaya hidup sehat sudah menjadi lazim sebagian masyarakat perkotaan. Di kota-kota besar, pola diet, pusat kebugaran, biasanya menjadi pola gaya hidup sehat yang biasa dilakukan. Tapi, tahukah anda, tak selamanya gaya hidup sehat itu berimbas positif bagi lingkungan. Di bawah ini ada 5 pola hidup sehat yang sebenrnya mengancam lingkungan

Kristal

Batu Kristal. Foto : Istimewa

Ada sebagian orang di perkotaan yang hobi mengoleksi batu kristal untuk alasan kebugaran. Mereka menjadikan Kristal sebagai terapi kesehatan dan meningkatkan kebugaran. Kristal merupakan sumber alam dari bumi. Masalahnya, seperti yang dilansir dari inhabitat.com, bagaimana cara Kristal itu diambil dari sumbernya. Banyak kabar yang menyebutkan, tak jarang Kristal itu diambil dari pertambangan ilegal yang mempekerjakan pegawainya dengan tak manusiawi. Tanpa pengawasan yang semestinya, tambang mineral terutama yang illegal, berdampak buruk pada lingkungan. Eksploitasi tanpa kontrol bisa merusak habitat mahluk hidup: tanama, hewan, dan bahkan mencemari sumber air. Meskipun produsen batu mulia membeli bahan baku dari penjual yang tereputasi, tapi rantai pasok yang tidak transparan cenderung berpotensi melanggar dan mennggangu lingkungan.       

Minyak Essential

Ilustrasi Minyak Esensial. Foto : Istimewa

Sejak ribuan tahun, minyak esensial dikenal sebagai terapi untuk kesehatan, kecemasan, sampai urusan sakit kepala. Tapi sebagai industri, apakah produksi minyak esensial ini juga ramah lingkungan? Jawabannya ternyata tidak selalu. Minyak esensial dihasilkan dari tanaman tertentu. Terlepas dari jenis minyaknya, tanaman penghasilnya diperbanyak untuk memenuhi kebutuhan industri.  Tanaman jenis ini sebut saja eucalyptus, akar wangi, sereh wangi, nilam, mawar dan lainnya.

Banyak dari tanaman ini ditumbuhkan secara komersial. Artinya, membutuhkan lahan yang luas dan banyak.  Terlebih lagi jika area penanaman bukanlah habitat asli si tanaman. Bakal butuh usaha dan sumberdaya yang lebih besar untuk tetap bisa menumbuhkannya dan produktif. Sebagai contoh, butuh 10.000 ons atau 4,5 ton lebih kelopak bunga mawar untuk menghasilkan satu pounds, atau setengah kilo minyak mawar.  

Isu lainnya adalah soal pasca konsumsi atau produksi. Limbah yang dihasilkan tentu bisa mengotori lingkungan dan berpotensi mengancam habitat hewan liar.Ā  Banyak juga pemerintah lokal yang melarang botol kaca minyak esensial ini didaurulang. Masalahnya, minyak esensial bersifat mudah terbakar, dan dianggap membahayakan jika wadahnya diproses ulang. Salah satu solusi bisa dengan memilih produsen yang memiliki programĀ  pengembalian kembali kemasan habis pakai.

Masker Wajah

IIustrasi Masker Wajah. Foto : Istimewa

Bagi perempuan, masker wajah yang berbahan plastik adalah bagian rutinitas menjaga wajah tetap halus, sehat, dan kencang. Bagaimanapun praktik asker wajah ini meninggalkan masalah lain bagi planet bumi. Produksi jutaan kertas masker menyebabkan melonjaknya jejak karbon. Belum tremasuk distribusi ke berbagai wilayah di dunia yang memicu polusi dan konsumsi minyak fosil. Lalu produk pasca pemakaian pun meninggalkan masalah sampah. Kebanyakan produk masker ini terbuat dari kombinasi plastik dan aluminium yang lebih sulit terurai. Penggunaannya yang sekali pakai bisa dengan mudah membebani lingkungan dengan limbah. Setidaknya anda bisa memilih masker wajah dengan bahan yang terbuat dari bahan alami. 

Diet Keto

Ilustrasi Daging. Foto : Istimewa

Diet keto beberapa tahun belakangan menjadi tren di kota-kota besar. Dengan tujuan menyeimbangkan berat badan, asupan karbo dikurangi dengan mempertinggi protein. Namun sumber protein terutama yang hewani seperti daging dan butter/keju berdampak pada lingkungan.  Industri peternakan daging dan atau susu diketahui salah satu penyumbang gas metan yang besar yang memicu efek gas rumah kaca. Selain itu butuh banyak sumberdaya untuk mencukupi pakan ternak dalam kapasitas industri.

Hot Yoga

Ilustrasi Hot Yoga. Foto : Istimewa

Ada salah satu teknik yoga yang disebut hot yoga. Teknik ini merupakan gabungan dari praktik yoga dan sauna. Di beberapa tempat, hot yoga dilakukan di ruangan (semacam studio).  panas suhu didalamnya berasal dari bahan bakar gas LPG, dan atau pemanas listrik. Sehingga, serapan energi yang besar ini juga meninggalkan jejak karbon yang tak kalah besar. Sebenrnya, ada banyak teknik di yoga yang bisa dipilih karena tidak perlu meninggalkan jejak karbon yang merugikan lingkungan.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]