× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

20 Pemimpin Bisnis Terbaik Pro Isu Keberlanjutan 2020 (Bagian 4)

By Redaksi
Willie Walsh, CEO International Airways Group. Foto : Istimewa

Tulisan ini merupakan bagian terakhir dari 20 pemimpin perusahaan terbaik yang pro isu keberlanjutan.

Soren Skou, CEO dan COO interim Maersk. Foto : Istimewa

16. Soren Skou, CEO dan COO interim Maersk

Sebagai pemimpin perusahaan perkapalan global, A. P. Møller-Maersk mengoperasikan 750 kapal, 4 juta kontainer kapal, dan melayani 74 pelabuhan di dunia. Menjadi perusahan besar dan kuat, Maersk tak lantas abai soal lingkungan. Itu terlihat dari rencana perusahaan yang memotong emisi hingga 50% di 2050. Kebijakan perusahaan ini merupakan realisasi dukungan terhadap misi Organisasi Maritim Internasional bentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Meskipun setengahnya, namun upaya itu sangat signifikan bagi industri yang menyumbang 3 persen emisi CO2 secara global.

Soren Skou adalah orang di balik kebijakan Mersk yang mendukung penuh penurunan emisi. Pria yang 5 tahun menjabat CEO ini, membawa Maersk beralih ke teknologi yang lebih ramah lingkungan dengan menginvestasikan anggaran USD 1 miliar. Salah satunya memilih teknologi digital seperti blockchain demi efisiensi sistem pro lingkungan dalam pencatatan pemasukan perusahaan.

Ambisi Maersk sebenarnya mengarah pada emisi bersih pada 2050. Pada tahun itu bahan bakar, peralatan angkut, dan rantai suplai harus sudah menghasilkan karbon yang netral. Contohnya, saat ini Maersk sudah mencampur 20% bahan bakar yang digunakan memakai biofuel. Secara terang-terangan Maersk mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dengan mengurangi sampah makanan saat proses pengiriman peti kemas kapal. Selain itu juga mereka berupaya mengatur pengiriman kapal seefisien mungkin.

Skou pernah menyatakan, pemimpin (bisnis) global bisa menularkan maksud, visi, dan inspirasinya demi membantu orang-orang agar hidup lebih baik serta berbuat baik bagi masyarakat sekeliling.

Peggy Smyth, CFO National Grid U.S.; Board of Directors Etsy and Mutual of America. Foto : Istimewa

17. Peggy Smyth, CFO National Grid U.S.; Board of Directors Etsy and Mutual of America

Peggy Smith, percaya bahwa posisi Chief Financial Officer (Direktur Keuangan) bisa menjadi “chief transformation officer”, terutama di sektor industri energi.  Sama seperti perusahaan pro lingkungan lain, National Grid, mengadopsi juga teknologi yang ramah lingkungan di bawah sang CEO, John Pettigrew. National Grid merupakan perusahan penyedia energi di Amerika Utara.

Peggy yang bersemangat melawan perubahan iklim, aktif sebagai ketua komite sanksi di perusahaan untuk keseluruhan proyek. Dia mendesak CFO lain menyampaikan pesan dimanapun mereka bertugas untuk mewujudkan kebijakan perusahaan yang ramah lingkungan.

National Grid menginvestasikan USD 3 miliar per tahun untuk infrastruktur di AS, yang kebanyakan sudah menggunakan teknologi hijau. Pembangunan yang dilakukan termasuk menyambungkan tenaga angin ke pembangkit listrik di Rhode Island, Amerika. Selain itu, perusahan terlibat membantu komunitas pendapatan minim untuk akses tenaga surya di wilayah utara New York.  Mentransformasikan teknologi untuk perangkat 20 juta pelanggannya di timur laut AS adalah salah satu aspek saja dari kepemimpinan Peggy.

Francesco Starace, CEO dan General Manager Enel. Foto : Istimewa

18. Francesco Starace, CEO dan General Manager Enel

Sama dengan National Grid, Enel adalah perusahaan layanan energi. Sikap resmi Enel soal lingkungan sudah jelas: keberlanjutan menghasilkan “value”. Francesco Starace, CEO Enel, memperkirakan kesempatan energi untuk ramah karbon dicapai di 10sampai 15 tahun ke depan. “Saat itu, orang-orang tak lagi menyebut energi terbaukan, melainkan cukup disebut energi listrik,” ramal Francesco, November lalu. Artinya, semua energi sudah memakai energi terbarukan, sehingga sudah lazim. Dalam hal ini, Enel Green Power mengelola 46 gigawatt listrik yang mayoritas dari tenaga air, angin, dan surya di 1.200 pembangkit di seluruh dunia.

Berpusat di Roma, Enel sangat aktif terlibat dalam pertemuan iklim internasional. Sementara Francesco sendiri bekerja sama dengan Komisi Eropa terkait penerapan SDGs. Pada September tahun lalu, Enel menginisiasikan yang disebut SDG-linked Bond. Obligasi senilai USD 1,5 miliar ini terhubung dengan perusahaan  yang mencapai 55 % kapasitas energi terbarukan di 2021, namun terdapat sanksi bila gagal tercapai.  

Meskipun sempat dikritik formatnya kurang transparan, Francesco menilai lebih luwes dibanding obligasi hijau (green bonds).  

Hamdi Ulukaya, Pendiri, Chairman dan CEO Chobani. Foto : Istimewa

19. Hamdi Ulukaya, Pendiri, Chairman dan CEO Chobani

Dalam sebuah acara “talkshow” di 2019, Hamdi Ulukaya pernah mengaku dirinya sangat “anti CEO”. Omongannya itu bukan lantaran ia pemalas, tapi ada hal yang memicunya. Pada 2005, saat sebuah perusahaan membeli pabrik yoghurt di kota penghasil feta cheese. Hamdi begitu marah karena pembelian itu menghilangkan mata pencaharian masyarakat sekitar sebagai pembuat yoghurt. Sekarang, Hamdi yang telah menjadi sosok miliuner ini tak hanya mencari pertumbuhan bisnis, juga berupaya dalam proses bisnisnya bermanfaat bagi manusia. Bahkan Hamdi percaya bisnis bisa berdampak lebih kuat daripada isi kebijakan pemerintah soal perubahan iklim.

Sepuluh persen keuntungan perusahaan bahkan disumbangkan ke pihak yang membutuhkan. Chobani adalah produsen yoghurt kedua terbesar di Amerika. Hamdi dikenal sebagai pengusaha yang merekrut pengungsi dan imigran sebanyak 30% dari total 2.000 karyawannya. Hamdi yang berdarah Kurdi ini juga mendirikan sebuah yayasan kemanusiaan bernama Tent Foundation yang membantu 25 juta pengungsi di seluruh dunia. Hamdi datang ke Amerika dari Timur Turki pada 1993 untuk menetap di New York. Ide memprioritaskan pembagian keuntungan sudah menjadi bagian penting dan mandat perusahaan.  “Ukuran (sukses) dari bisnis adalah bukan dengan kembalinya modal dan keuntungan, tapi kembalinya kebajikan,” tutur Hamdi bijak.

Willie Walsh, CEO International Airways Group. Foto : Istimewa

20. Willie Walsh, CEO International Airlines Group (IAG)

Selama ini industri penerbangan dinilai sebagai salah satu penyumbang terjadinya perubahan iklim. Emisi bahan bakar pesawat dan faktor lainnya dituding sebagai biang penyebab.  Tapi di mata Wilie Walsh, CEO International Airlines Group (IAG), pihaknya malah berupaya mencapai industri netral karbon. Willie yang membawahi IAG (British Airways, Iberia, dan Aer Lingus) pada Oktober tahun lalu menjadi perusahaan penerbangan pertama yang berambisi menjadi bebas emisi CO2 pada 2050. Dua kali lipat dari target perusahaan penerbangan komersial lainnya.

Kurang dari 3 persen emisi CO2 dihasilkan dari dunia penerbangan. Namun tingginya angka konsumen menyebabkan meningginya jejak karbon yang ditinggalkan. Willie yang juga kapten perintis penerbangan Boeing 737, terus mendorong adanya pesawat berenergi hybrid listrik. Sejak biaya bahan bakar penyebab 99 % gas rumah kaca perusahaan dan 25 % beban operasional korporasi, efisiensi mutlak dilakukan. Efisiensi tersebut mulai dari perawatan, rute penerbangan, hingga desain pesawat. Beberapa tahun ke belakang, melalui kebijakan perusahaan mampu menurunkan 200.000 ton emisi CO2. Hal ini didapat dari aplikasi data penggunaan bahan bakar dan pesawat baru yang 20% lebih efisien dibanding pesawat pendahulunya.   

IAG juga sudah berinvestasi senilai USD 400 miliar untuk pengembangan alternatif bahan bakar dalam 2 dekade mendatang. British Airways sedang berupaya meneliti sampah rumah tangga yang bisa diubah jadi bahan bakar jet pada 2024. Sementara untuk kegiatan hangar IAG difokuskan pada manajemen logistik ramah lingkungan, aplikasi kecerdasan buatan, penangkap karbon, manajemen sampah, serta penerapan teknologi bersih. Meskipun Willie berencana pensiun di 2021, namun kebijakannya tetap akan diteruskan oleh manajemen berikutnya.

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]