× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

20 Pemimpin Bisnis Terbaik Pro Isu Keberlanjutan 2020 (Bagian 3)

By Redaksi
Leena Nair, Chief HR Officer Unilever. Foto : Istimewa
Rose Marcario, CEO Patagonia. Foto : Istimewa

Tulisan ini merupakan lanjutan dari dua tulisan sebelumnya. Seperti yang dilansir dari Greenbizz, inilah tokoh korporasi dunia yang dinilai terbaik terkait dukungan isu keberlanjutan di 2020.

11. Rose Marcario, CEO, Patagonia

Sudah beberapa dekade, Patagonia menjadi perusahaan unggul terkait gerakan aktivis sosial lingkungan dan politik. Di bawah kepemimpinan CEO nya, Rose Marcario selama 12 tahun terakhir, gerakan dari internal korporasi ini makin “meriah”. Perusahaan yang berbasis di California secara berkala meluncurkan pesan secara visual dalam media sosial, memanfaatkan ragam dokumentasi yang ditampilkan di laman website, media virtual untuk mengedukasi dan memobilisasi masyarakat terhadap kepedulian lingkungan dan sosial.

Selama jabatan Marcario, perusahaan sempat meluncurkan firma Venture Capital Tin Shed Ventures, jaringan aktivis lingkungan Pantagonia Action Works bahkan bisnis makanan mereka, Patagonia Provisions. Patogonia bahkan pernah mendorong bergulirnya isu hewan melawan pemerintah. Pada 2017 pemerintah di bawah Presiden Donald Trump memerintahkan mengurangi luas Monumen Nasional Bears Ears yang didalamnya terdapat suku asli Amerika. Patagonia membuat kampanye melalui website dengan jargon “Presiden sedang mencuri tanah anda”.

Marcario menyebut Presiden AS sebagai “raja lalim” dan CEO perusahaan lain dikatakannya penakut karena keengganan menyuarakan isu-isu penting. Marcario dikenal sebagai pemimpin perusahaan non ortodoks seperti pendiri Patagonia, Yvon Choinard yang berprinsip “bisnis untuk menyelamatkan planet bumi”. Pada September, Patagonia bahkan membuat kebijakan tak biasa, meliburkan gerainya, agar para karyawan bisa berpartipasi dalam gerakan perubahan iklim, “climate strike”. Keterlibatan kampanye perusahan justru mendatangkan profit. Usai terlibat dalam perkara Bears Ears, penjualan Patagonia membukukan rekor untung di 2018.

Mari McClure, President dan CEO Green Mountain Power. Foto : Istimewa

12. Mari McClure, President dan CEO Green Mountain Power

Pada tahun baru 2020, Mari McClure dipengaruhi untuk mengambilalih kepemimpinan di daerah Burlington, Vermont menandainya untuk kali ke sepuluh sebagai orang terinovatif di Amerika.

Green Mountain Power (GMP) melayani nyaris seluruh kebutuhan energi di Amerika. Meskipun hanya menyentuh seperempat juta pelanggan, namun perusahan dikenal sangat agresif dalam tujuan keberlanjutan, jejak karbon nol pada 2025, dan seratus persen energi terbarukan pada 2030.  GMP memanfaatkan tenaga air, angin dan matahari sebagai sumber energi baru. GMP juga menjadi pilot sistem paten dimana produk ini digunakan batere Tesla Powerwall melipatkan daya.

CEO GMP sebelumnya, Mary Powell yang mundur usai 12 tahun menjabat, adalah yang awal mendorong isu  hijau di perusahaan dan mengubah sumber energi untuk menjadi energi terbarukan yang dimanfaatkan konsumennya di sektor bisnis maupun perseorangan.

N. Muthukumar, Group CFO, Olam International. Foto : Istimewa

13. N. Muthukumar, Group CFO, Olam International

Olam Internasional adalah salah satu produsen perkebunan terbesar  yang berusia 30 tahun. Sebagai supplier besar biji cokelat, kopi, katun dan beras, perusahaan yang berbasis di Singapura ini memiliki 20 ribu pelanggan di seluruh dunia.

Pemimpin perusahaan, Neelamani Muthukumar sudah 20 tahun meniti karier di Olami perwakilan Afrika dan Asia. Berlatar belakang sarjana fisika dan manajemen, dirinya sukses meraih pucuk pimpinan di perusahaan. Olam berupaya menegaskan posisinya sebagai perusahaan perkebunan dan makanan berkelanjutan melalui visi: “menciptakan lahan yang memakmurkan petani yang menyeimbangkan komunitas dengan ekosistem yang sehat”.  Olam pun menghidupi 4 juta petani melalui rantai pasok mereka.

Ambisi perusahaan terkait keberlanjutan menjadi pemimpin di antara perusahaan pertanian global, yang mendukung SDGs termasuk soal pengentasan kelaparan, nutrisi dan keberlanjutan pertanian. Meskipun upaya Muthukumar belum benar-benar terlihat dampaknya, setidaknya ada pengaruh dalam sistem manajemen makanan global.

Leena Nair, Chief HR Officer Unilever. Foto : Istimewa

14. Leena Nair, Chief HR Officer, Unilever

Ucapan yang sangat diingat  dari seorang Leena Nair adalah: Anda sudah mensia-siakan banyak orang. Pesannya itu disampaikan ke seluruh pemimpin perusahaan dunia. Leena adalah wanita Asia pertama (dan bahkan termuda) menjabat sebagai “human relation” di Unilever. Belum lama ini, Leena juga mendorong pelaku bisnis untuk membuka dan memfasilitasi kaum disabilitas hingga 5 persen sebagai karyawan perusahaan pada 2025.

Hal tersebut hanya salah satu aspek Unilever terkait tujuan berkelanjutan sebagai pokok bisnisnya. CEO Unilever Alan Jope baru-baru ini menceritakan, sejumlah merek yang semestinya mendukung perubahan sosial dan lingkungan ke arah yang lebih baik. Sebuah lini bisnis, tidak sekedar menjual sabun atau es krim tapi menjadikan komunitas dan ekosistem membaik dalam prosesnya.   

Penekanan Unilever dalam tagline bisnisnya “Sustainable Living” sukses mendorong produknya, sperti Knorr dan Dove, tumbuh 69 % lebih cepat dibanding produk sejenis pada 2018. “Sustainable Living” Unilever mendukung SDGs dalam tiga aspek”: memperbaiki kesehatan 1 miliar manusia pada 2020, menurunkan dampak negatif pada lingkungan hingga  50% pada 2010, dan memperbaiki mata pencaharian jutaan orang pada 2020 ini.

Roger Nielsen, CEO di Daimler Amerika Utara. Foto : Istimewa

15. Roger Nielsen, CEO di Daimler Amerika Utara

Roger Nielsen adalah sosok di balik rencana Daimler Amerika Utara mengalihkan produknya ke kendaraan listrik.  Sebuah kebijakan berani mengingat sang pendiri, Otto Daimler, adalah perintis kendaraan bahan bakar fosil. Produk kendaraan berat mereka termasuk merek Western Star mendominasi penjualan kendaraan diesel.  Nielsen paling getol dalam menyuarakan soal akhir masa truk diesel di saat konsumen belum sepenuhnya sadar pentingnya pembelian truk listrik. Ia meminta pemerintah membantunya dengan mempercepat pembangunan fasilitas stasiun pengisian listrik. 

Daimler mengujicoba jutaan mil kendaraan listriknya untuk menemukan setelan pas yang bisa menekan biaya sekaligus memperpanjang umur baterai. Dua dari 38 konsumennya termasuk Penske Truck Leasing, sudah mengujicobakan truk listrik mereka sejauh 250 mil. Launching perdana truk listrik ini akan dilakukan pada 2021, tak lama dari produk Tesla yang dirilis pada 2020 ini.  Nielsen menjabat CEO Daimler Amerika Utara sejak 2017 dan sudah berkarier selama 34 tahun di perusahaan ini.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]