× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

20 Pemimpin Bisnis Terbaik Pro Isu Keberlanjutan 2020 (Bagian 2)

By Redaksi
CEO Danone, Emmanuel Faber. Foto : Istimewa

Pada tulisan sebelumnya dibahas beberapa pemimpin perusahaan yang sukses menerapkan sistem keberlanjutan dalam bisnisnya. Di bawah ini kelanjutan dari tulisan sebelumnya lanjutan para tokoh pemimpin bisnis itu:

CEO Danone, Emmanuel Faber. Foto : Istimewa

6.  Emmanuel Faber, Chairman dan CEO, Danone

Anda pasti familiar dengan logo perusahaan ini yang identik dengan merek air minum mineral kemasan. Danone melalui CEO perusahaan, Emmanuel Faber, bersama produsen makanan raksasa lain mendorong peran perusahaan makanan dan pertanian turut serta mengurangi dampak eksploitasi keragaman hayati. Dirinya bagian dari koalisi bisnis yang menciptakan secara konkrit solusi terukur lintas sektor melindungi keragaman hayati. Salah satu programnya adalah metode alternatif pertanian.

One Planet Business for Biodiversity (Bisnis Satu Planet untuk Keragaman Hayati) yang dicetuskan World Business Council for Sustainable Development (WBCSD), di New York pada September 2019 lalu, Danone adalah salah satu pendukungnya. Selain Danone ada beberapa 19 perusahaan lain, termasuk Kellog’s, L’Oreal, Mars, Nestle, Google, Unilever. Seluruhnya  punya tugas untuk merencanakan dan mengembangkan bisnis mereka yang berdampak pada keragaman hayati secara positif.

Faber menyebut, makanan adalah hak asasi manusia. Perusahaannya mengembangkan revolusi makanan berpijak pada konsumen, terutama Generasi Z. Untuk memproduksi yoghurt, produk susu, dan makanan bayi, Danone memperkuat metode perkebunan, pertanian, bahkan peternakan yang menjaga air dan karbon serta meningkatkan ketahanan tanaman.

CEO BlackRock, Laurence D. Fink. Foto : Istimewa

7. Laurence D. Fink; Founder, Chairman dan CEO; BlackRock

Di dunia investasi, finansial dan permodalan, nama perusahaan Blackrock tidak asing. Mungkin tak ada pengaruh sekuat surat yang ditulis CEO Blackrock, Larry Fink. Pada 2018, Larry menulis surat yang cukup menggemparkan di kalangan komunitas investasi, menuntut pada pimpinan perusahaan lain untuk mempraktikan tujuan perusahaan yang bermanfaat. “Untuk mencapai kemakmuran, tiap perusahaan seharusnya tak cukup membuktikan performans keuangan semata, melainkan juga kontribusi positif untuk masyarakat,”tulisnya.

Surat itu segera memicu reaksi positif tweets dunia maya yang tak terhitung. Surat yang dikeluarkan Larry tersebut menjadi satu langkah ke depan, mengingatkan bahwa ada kekuatan lain (yang berpengaruh pada perusahaan) di luar keuntungan.  Untuk apa BlackRock merilis surat tersebut? Sebenarnya agar orang-orang lebih bisa menghasilkan uang. Itu terjadi saat keberlanjutan diterapkan dalam bisnis. BlackRock menganggarkan USD 60 miliar untuk solusi investasi keberlanjutan.

Pada Oktober lalu perusahaan mendanai proyek sirkular ekonomi bersama Yayasan Ellen McArthur. BlackRock juga terlibat dalam organisasi terkemuka seperti Sustainability Accounting Standards Board (SASB) dan Financial Stability Board’s Task Force on Climate-Related Financial Disclosures (TCFD).

Presiden Direktur, Salesforce, Mark Hawkins. Foto : Istimewa

8. Mark Hawkins, President dan CFO, Salesforce

Salesforce merupakan perusahaan perangkat lunak ternama asal Amerika. Catatan perlu diberikan pada Mark Hawkins yang mengintegrasikan faktor keberlanjutan pada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat. Dengan hal tersebut, perusahaan mengkreasikan fitur yang mengedepankan Environmental, Social, dan Government (lingkungan, sosial, dan pemerintah). Dalam pernyataannya, secara detail menekankan pada aspek pemegang saham dalam konteks keberlanjutan, persamaan, dan kedermawanan.

Visi Hawkins pada perusahaan menjadikan para pembuat apikasi cloud punya budaya perusahaan yang merujuk pada kata “ohana”. Kata ini adalah terminologi Hawaii untuk keluarga.  Hawkins juga mempopulerkan gagasan pendiri Salesforce, Marc Benioff, bahwa gaya kapitalis yang lebih baru diperlukan; nilai-nilai menciptakan nilai baru. Nilai jangka panjang berasal dari lingkungan dan masyarakat yang sehat.

Di sisi lain kepedulian Hawkins pada isu keberlanjutan tak bisa dilepaskan dari perannya dalam mendirikan jaringan Accounting 4 Sustainability CFO Leadership.

CEO Ingersoll Rand, Michael Lamach. Foto : Istimewa.

9. Michael Lamach, Chairman dan CEO, Ingersoll Rand (Trane Technologies)

Ingersoll Rand adalah produsen peralatan konstruksi dan alat-alat yang terkait dengannya. CEO Michael Lamach sangat khawatir pada isu keberlanjutan. Hal ini beralasan karena perusahaannya termasuk pemberi dampak besar pada perubahan iklim. Ingersoll dikenal sebagai perusahaan terdepan dalam industri pengatur suhu ruangan (Thermo King), yang dampaknya menyumbang seperempat jumlah emisi gas rumah kaca di dunia.

Lamach yang lulusan master bisnis dan insinyur terlatih, menduduki pucuk pimpinan perusahaan pada 2010 usai bergabung pada 2004. Di bawah kepemimpinannya, ada 2019 Ingersoll sudah menurunkan dampak gas rumah kaca dari produknya sementara emisi dari operasional perusahaan menurun hingga 35 persen.  Hal ini bahkan lebih cepat 2 tahun dari target perusahaan menurunkan emisi dan dampak gas rumah kaca. Pada 2030 melalui Trane Technologies, perusahaan ini  berambisi menurunkan jejak karbon (CO2) equivalen 1 Gigaton dari operasional dan kegiatan supply chain nya. Selain itu komitmen lain adalah soal kesetaraan gender dan keberagaman karyaannya, serta untuk masyarakat bagaimana memudahkan akses mereka pada makanan dan tempat tinggal.   

Senior Vice President dan CTO VMware, Greg Lavender. Foto : Istimewa

10. Greg Lavender, Senior Vice President dan CTO, VMware

Nama perusahaan teknologi ini cukup asing di Indonesia. Perusahaan ini dikenal sebagai produsen perangkat lunak untuk pembuatan teknologi virtual. Perusahaan ini punya konsep sustainability atau keberlanjutan yang unik. Konsep keberlanjutannya dijadikan bagian dari riset dan inovasinya. Adalah Greg Lavender sebagai Senior Vice President perusahaan, berada di balik semua itu. Greg baru bergabung dengan VMware pada 2018 usai berkarier di Citi, Cisco, dan Sun Microsystems.

Di kantor Chief Technology Officer, terdapat proyek keberlanjutan yang menarik. Berkolaborasi dengan kota Palo Alto, California, Amerika, mengembangkan jaringan mikro tenaga surya dengan penyimpanan tenaga batere melalui kontrol jaringan yang cerdas. Alat ini disambungkan dengan jaringan pembangkit energi kota. VMware barubaru ini menggunakan teknologi blockchain bersama Dell untuk mengumpulkan sampah plastik di lautan untuk didaur-ulang.

Program lainnya yang dikembangkan adalah perangkat penghitung karbon seketika. Hal ini bagian dari layanan konsumen untuk mengoptimalkan pusat data mereka.

“Beberapa pihak menganggap (perubahan iklim) sepele. Aku tidak.” Kalimat tegas itu keluar dari mulut gadis remaja 16 tahun asal Swedia bernama Greta Thunberg. Greta adalah representasi dari sedikit remaja yang sangat peduli dengan lingkungan, terutama perubahan iklim. Suatu hari di musim panas lalu, Greta membolos dari sekolah. Greta tak sembarang membolos. Ia duduk manis di […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]