× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

1200 Sepatu Untuk Senyum Anak Papua

By Redaksi
Reach Out Foundation Bagikan Sepatu ke Anak Papua. Foto : Istimewa

Tak semua orang bisa beruntung membeli sepatu dengan mudah. Anak-anak pedalaman Papua contohnya. Karena letak geografis dan juga kemampuan ekonomi, banyak dari mereka kesulitan membeli sepatu.

Reachout Foundation tergerak membantu dengan menyalurkan donasi sepatu kepada anak-anak Papua. Sejak awal Desember sudah 1200 pasang sepatu didistribusikan ke berbagai daerah, diantaranya, Jayapura,  Sorong,  Wamena dan Tiom (Lanny Jaya).

Reach Out Foundation Membagikan Sepatu untuk Anak Papua. Foto: Istimewa

Judith Soeryadjaya, CEO dan Founder Reachout Foundation mengatakan, sepatu-sepatu ini memang sangat diperlukan di Papua. Mengingat pada kenyataannya anak-anak di sana  bertelanjang kaki pergi ke sekolah.

“Saya melihat sendiri, waktu berkunjung ke pedalaman Papua, jadi kami tergerak untuk membantu mereka, karena dengan bersepatu akan meningkatkan kesehatan anak-anak tersebut, hingga dapat menikmati aktifitas pendidikan mereka,” ujar Judith.

Reach Out Foundation Membagikan Sepatu untuk Anak Papua. Foto: Istimewa

Sementara Kabid PNFI Dinas Pendidikan Kabupaten Lanny Jaya, Kendy Wanimbo menegaskan, ada lebih dari 10.000 anak usia dini yang tergabung dalam 143 Paud di seluruh Lanny Jaya, sedang di Wamena ada 4500 anak,  dan lebih dari 90 persen tidak bersepatu. “Sepatu ini akan menjadi perangsang anak-anak untuk lebih giat bersekolah,  sehingga kami menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Reachout Foundation,“ tutur Kendy.

Reachout menggandeng Yayasan Indonesia Sejahtera Barokah untuk penyediaan 1200 sepatu tersebut. Serta manargetkan 10.000 bisa terdistribusi akhir tahun 2020. Untuk itu, Reachout mengajak berbagai pihak untuk bekerjasama mengembangkan generasi  masa depan yang handal dan berkualitas tinggi salah satunya melalui penyediaan sepatu untuk anak-anak Papua.  

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]