× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK
Workshop Sustainability Report

12 Benda ini Tak Layak Dijadikan Kompos

By Redaksi
Ilustrasi Sisa Olahan Susu. Foto : Inhabitat

MajalahCSR.id – Mengubah limbah makanan menjadi kompos adalah salah satu cara efektif untuk penanganan sampah. Selain sampah yang berkurang, kompos pun bisa dimanfaatkan sebagai pupuk alami untuk beragam tanaman di pekarangan atau kebun rumah. Sekarang, bahkan sudah banyak gentong atau ember tempat pembuatan kompos yang dijual secara online. Jadinya tak perlu repot membuat ember kompos, bukan?

Material kompos biasanya berasal dari sisa makanan, dedaunan, juga bahan-bahan lain non kimiawi. Inhabitat melansir, kompos juga bermanfaat untuk menutrisi tanah sehingga tanaman di atasnya mudah tumbuh subur. Meskipun kegiatan pengolahan kompos itu sederhana dan manfaatnya besar, namun ada beberapa bahan yang sebaiknya tak dijadikan bahan pembuat. Berikut bahan-bahan tersebut:

Limbah Hewan Peliharaan

Meskipun memang dari “materi alami”, kotoran anjing dan kucing bukanlah bahan yang cocok dijadikan kompos. Coba saja jika menanam selada, lalu akhirnya tumbuh, apakah anda ingin sayuran anda berasal dari kotoran aning atau kucing? Selain faktor jijik, parasit, bakteri, kuman, dan virus yang berbahaya ada pada kotoran ini. 

Ikan

Meskipun sisik dan sisa bagian ikan dapat terurai secara cepat, namun bisa cepat mengundang kucing tetangga untuk datang mengacak-acak. Limbah ikan sebaiknyadihindari karena mengundang hewan karnivora untuk datang. Dan, tentu saja aroma yang ditimbukan bisa mengganggu tetangga.

Daging

Limbah daging adalah bahan yang sebaiknya juga dihindari. Tak hanya mengundang anjing atau hewan liar lain untuk datang, tapi juga suhu saat proses pembuatan tidak bisa membunuh kandungan mikroorganisme patogen berbahaya yang ada di sisa limbah daging tersebut.

Kayu Olahan

ilustrasi Kayu Olahan. Foto : Inhabitat

Kayu olahan yang mengalami proses tekanan dan tambahan zat kimiawi – yang biasanya dijadikan pagar, hiasan kayu, atau barang luar ruangan – dikenal sangat tahan lama. Namun, saat kayu-kayu tersebut dibuang, itu bukan bahan yang tepat untuk menjadikannya kompos. Zat kimia yang mengalami proses tekanan dapat mengontaminasi tanaman dari campuran kompos. Sebaliknya, kayu non olahan atau potongan kayunya bisa dijadikan bahan kompos.

Abu kayu

Sebenarnya hal ini sama dengan bahan sebelumnya. Abu pembakaran kayu mengandung zat kimia yang mempengaruhi hasil akhir kompos. Namun, jika abu tersebut berasal dari kayu alami non pengolahan, bisa jadi campuran bahan kompos.

Produk susu

Ilustrasi Sisa Olahan Susu. Foto : Inhabitat

Semua produk susu hewani rerata bisa mengundang hal yang tak diinginkan ke dalam bahan kompos. Jadi, sisa keju, yoghurt, susu, dan olahan susu lainnya dihindari sebagai bahan campuran. Meskipun ada cacing yang bermanfaat untuk proses kompos, hewan pengerat dan lalat akan membuat sisa bahan susu tersebut membusuk dan menyebabkan masalah lain bagi adonan kompos.

Lemak, minyak dan pelumas

Lagi, produk hewani termasuk lemak dan sejenisnya bisa memancing hewan lain untuk datang.  Bahkan mencampurkannya sebagai bahan kompos akan menyerap kandungan air pada bahan lain yang dibutuhkan saat proses pengomposan.

Tanaman berpenyakit

Ilustrasi Tanaman Berpenyakit. Foto ; Inhabitat

Mencampurkan tanaman yang sudah tak terpakai ke dalam adonan kompos amat baik. Namun, pastikan tanaman tersebut bebas penyakit. Bakteri atau penyakit tanaman lain bisa menular ke tanaman lain.

Rumput liar

Halaman rumah memiliki temperatur yang rendah sebagai tempat pengolahan kompos. Hal ini berbeda dengan lokasi pembuatan kompos yang komersial di mana suhunya sudah disesuaikan. Rumput liar merupakan tanaman yang cenderung tahan panas. Jadi sebaiknya tak menyertakan tumbuhan ini dalam pembuatan kompos. Rumput liar bisa kembali tumbuh dan menganggu bahkan saat menjadi campuran kompos.

Potongan rumput taman yang berpestisida

Ilustrasi Potongan Rumput. Foto : Inhabitat

Sisa potongan rumput di taman merupakan  bahan “hijau” baik untuk diolah sebagai kompos. Namun, jika potongan rumput ini berpestisida, hindarkan untuk menjadi kompos. Zat kimia di dalamnya dapat membunuh mikroorganisme yang justru dibutuhkan dalam proses pengomposan.

Kenari hitam

Semua tanaman organik baik untuk komponen kompos, kecuali rerumputan di atas. Pohon kenari hitam adalah pengecualian. Semua yang berasal dari tanaman ini mengandung juglone, senyawa tertentu yang berbahaya bahkan mematikan bagi tanaman lain.  

Plastik

Ilustrasi Plastik Kemasan. Foto : Inhabitat

Sebenarnya ada sedikit kebingungan ketika ada yang mengklaim terdapat plastik yang mudah terurai. Faktanya adalah, kebanyakan plastik, seperti halnya bahan polimer lain, harus mencapai suhu tertentu yang bisa dilakukan di fasilitas komersial untuk diolah. Jadi saat labelnya menyebut bisa terurai, anda sebaiknya mencari informasi lebih lanjut. Biasanya ada keterangan lanjutan, bahwa hal itu dilakukan di fasilitas komersial yang khusus.

Membuat kompos memang banyak manfaatnya. Tapi sebaiknya tidak malah menjadikan upaya kita sia-sia lantaran mencampurkan bahan yang tak semestinya. Semua sisa makanan organik, terutama berasal dari buah dan sayuran, bisa dikombinasikan dengan cangkang telur atau bahkan ampas kopi.

Untuk elemen lain, termasuk berbahan kayu-kayuan, mulai dari kantong kertas (yang tanpa pewarna), kertas penggulung tisu toilet, tisu serbet (yang bebas pemutih), ranting kecil, dedaunan dan kulit pohon.

Terakhir, anda bisa mencampurnya dengan material tanaman organik dan rumput yang bebas residu pestisida. Dengan membuat kompos, anda bisa dengan mudah menanam tanaman favorit di kebun atau pekarangan sekaligus menyelamatkan planet bumi.  

Avatar

Redaksi

Nama lengkapnya Akbar Ghifari. Biasa dipanggil Abay oleh rekan-rekannya. Mahasiswa jurusan Informatika Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2016 ini seperti kebanyakan mahasiswa lain, sehari-harinya berkuliah dan berkeinginan secepatnya lulus. Namun bila berbincang dengannya, siapapun pasti merasa kagum dengan kecerdasan laki-laki muda ini. Muda, bersemangat, penuh ide, dan bisa memimpin rekan-rekannya di Niracle. Yang disebut terakhir […]

[contact-form-7 404 "Not Found"]