× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Toko Kue Sunyi

By Redaksi
Dok. lifeofguangzhou.com

Guangzhou – Majalahcsr. Sebuah toko kue di Guangzhou, ibukota Provinsi Guangdong, Cina Selatan tampak ramai. Meskipun begitu, tidak terdengar satu patah katapun dari pegawainya.

Ya, ternyata toko kue Silent Cake tersebut mempekerjakan orang yang tidak bisa mendengar dan berbicara atau tuna rungu dan tuna wicara. Mereka menyapa para pembeli dengan senyuman yang lebar dan bahasa tubuh selamat datang.

Salah satu pegawainya bernama Luo Yu’nan yang bekerja dengan kurang lebih 18 pegawai yang tidak bisa mendengar maupun berbicara. Untuk memberitahukan para pembeli, ada papan di pintu masuk dan meja kasir yang bertuliskan, “Hampir semua staf di toko kue ini tidak bisa mendengar ataupun berbicara, sehingga akan memakan waktu bagi anda untuk memesan dan membayar, mohon bersabar”.

Dok. Twitter

Untuk berkomunikasi dengan pembeli, Luo yang berumur 20 tahun ini menggunakan bahasa tubuh atau menulis. Sebelum bertanya, Luo memberikan menu dan note bagi pembeli untuk menuliskan pesanannya, sekaligus cara pembayaran, dan makan ditempat atau dibungkus.

“Senyumnya seperti malaikat,” ujar salah satu pembeli, Li Yingshan. Li mengacungkan jempolnya sebagai ucapan terima kasih seperti yang ada di sebuah papan.

“Kami belum pernah menerima complain sejak toko ini dibuka pada Maret 2018,” ujar co-founder Zeng Nan seperti yang dilansir oleh china.org.cn, (28/4). “Para pembeli selalu ramah dan sabar, bahkan mereka kadang membantu membersihkan meja,” ujarnya.

Toko kue ini telah banyak diketahui di Guangzhou, juga di media sosial di China. Sebanyak 40 tempat duduk didalamnya selalu penuh saat siang hari dengan jumlah antrian yang sangat panjang. Saking penuhnya, mereka pernah melayani hingga 500 orang dalam sehari.

Banyak pegawai di Silent Bakery lulus dari Zeng’s culinary schools. Dikatakan Zeng, banyak lulusannya yang cacat sulit untuk mendapatkan pekerjaan, tapi keberhasilan toko kue ini tidak pernah disangka olehnya.

Dok. chinaplus.cri.cn

“Mungkin diperlukan waktu sekitar tiga bulan untuk menyelesaikan kursus sebulan penuh untuk siswa biasa karena koki harus mengajari mereka satu per satu. Tetapi mereka semua sangat baik dan professional,” jelasnya.

Salah satunya adala Zhang Xubiao. Dia mahir membuat gulungan lembut, tetapi juga memberikan ide-ide segar ke dalam produk-produk baru. Misalnya seri konstelasi yang terdiri dari 12 roti kreatif yang berbeda menjadi populer di kalangan anak muda.

“Kami ingin orang-orang menyukai kami dengan makanan dan layanan yang kami sediakan, bukan oleh siapa kami,” kata Zeng.

Agar mereka merasa pencapaian yang baik dalam bekerja, Zeng memberikan total 15 persen saham kepada staf yang cacat. “Tanpa mereka kami tidak bisa membuka toko ini,” ujarnya.

Toko kedua “Silent Cake” yang menyajikan kue dan minuman juga makanan cepat saji akan segera dibuka. Toko kedua ini lima kali lebih besar dari yang pertama untuk mengakomodir kebutuhan yang lebih besar bagi orang yang membutuhkan.

“Semua staf di sini kuat dan berani, mereka menghadapi kesulitan dengan senyum dan berdiri di atas kaki mereka sendiri. Mereka adalah panutan saya,” kata seorang pelanggan penyandang cacat, Fan Xiaoyan.

[contact-form-7 404 "Not Found"]