× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Peluncuran GRI Standards 2018: Membaca Arah Akuntabilitas Masa Depan

By Semerdanta Pusaka

Akuntabilitas Perusahaan di Indonesia: Peran Pemerintah Menjadi Kunci

Selanjutnya, apa dampak peluncuran GRI Standards bagi Indonesia ke depan? Apa konsekuensinya bagi akuntabilitas perusahaan? Ke mana arahnya?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, hal pertama yang perlu diingat bahwa penyusunan laporan keberlanjutan di Indonesia saat ini masih bersifat voluntary. Pemerintah yang memiliki peran besar untuk menjadikan laporan keberlanjutan sebagai mandatory melalui instrumen regulasi.

Isu yang beredar saat ini, OJK sedang mempersiapkan regulasi yang mewajibkan emiten melaporkan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungannya. Jika hal tersebut benar, maka GRI Standards akan menjadi acuan utama bagi sekitar 500-an lebih perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, karena pada umumnya korporasi tidak terlalu mengenai IRF maupun SASB dalam menyusun laporan keberlanjutan.

Ketika laporan keberlanjutan menjadi mandatory, maka Indonesia akan memasuki era baru akuntabilitas yang lebih transparan. Tantangan terbesar bagi korporasi adalah kemampuan mengikuti standar akuntabilitas yang baru sekaligus menjadikan akuntabilitas perusahaan sebagai salah satu strategi untuk memperkuat positioning di sektor industri. Paradigma pimpinan perusahaan dan investor harus berubah, menempatkan isu sosial dan lingkungan sama pentingnya dengan isu ekonomi dan profitability.

Selanjutnya, permintaan untuk pemeriksaan atau review laporan keberlanjutan, atau disebut juga assurance, akan meningkat. Minimnya institusi dan sumber daya manusia di Indonesia yang mampu melakukan assurance akan membuka peluang baru dan berpotensi mendorong masuknya tenaga konsultan asing ke Indonesia.

Perlu diingat juga bahwa sampai saat ini GRI tidak mengacu ke salah satu konsep assurance, termasuk juga ke AccountAbiity AA1000 yang lazim menjadi acuan praktik assurance saat ini. Oleh sebab itu, perlu diwaspadai munculnya layanan jasa assurance yang tidak jelas konsep dan asal-usulnya.

 

Rekomendasi: Akuntabilitas sebagai Peluang

Dalam menghadapi era akuntabilitas yang baru, korporasi dapat saja melakukan secara strategis dan menciptakan peluang. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan capacity building bagi divisi dan fungsi di dalam perusahaan yang terkait dengan laporan keberlanjutan.

Perlu dipahami bahwa kendala terbesar penyusunan laporan keberlanjutan adalah proses pengumpulan data yang tersebar di berbagai unit atau fungsi. Oleh sebab itu, capacity building perlu dilakukan terhadap invidivu dari berbagai fungsi atau unit yang terkait pengumpulan data untuk penyusunan laporan keberlanjutan.

Hal berikutnya adalah menyusun dan mengkomunikasikan laporan keberlanjutan secara strategik. Sejauh ini jarang sekali perusahaan yang mengkomunikasikan laporannya secara komprehensif. Laporan keberlanjutan sebenarnya dapat digunakan untuk mengkomunikasikan success story perusahaan dalam mengelola aspek ekonomi, sosial dan lingkungannya.

Laporan keberlanjutan dapat dikomunikasikan melalui berbagai strategi dan media komunikasi. Iklan cetak dan elektronik, talkshow, infografis, short video, konferensi pers, dan seminar merupakan berbagai pilihan yang dapat diambil.

Selanjutnya, laporan keberlanjutan merupakan alat untuk menganalisa kinerja dan memperbaiki proses. Perbaikan proses juga berlaku pada penyusunan laporan keberlanjutan. Perusahaan dapat melakukan perbaikan kualitas laporan secara terus menerus dan mengikuti awarding sebagai sarana untuk menguji kualitas laporan dibandingkan dengan laporan lainnnya.

Yang terakhir adalah dua hal kritikal yang perlu diperhatikan dalam menyusun laporan keberlanjutan. Pertama yaitu selalu meng-update indikator atau pengungkapan terbaru dari GRI Standards. Kemudian yang kedua memastikan risiko atas semua informasi dalam laporan keberlanjutan dapat dikendalikan. Dengan demikian, tidak ada informasi yang dapat disalahgunakan oleh pihak lain untuk “menyerang” perusahaan.

 

Beberapa sumber yang dijadikan referensi:

Transition to the GRI Standards: Understanding the Main Changes

https://www.globalreporting.org/standards/media/1099/mapping-g4-to-the-gri-standards-disclosures-track-changes.pdf

GRI Standards are now available!

http://info.greenstoneplus.com/blog/everything-you-need-to-know-about-the-new-gri-standards

 

-o0o-

 

 

 

 

Page 3 of 3123
Keywords: , ,

Semerdanta Pusaka

Redaktur Ahli MajalahCSR.id, Tenaga Ahli dan Pengamat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)

[contact-form-7 404 "Not Found"]