× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Peluncuran GRI Standards 2018: Membaca Arah Akuntabilitas Masa Depan

By Semerdanta Pusaka

Berikut ini adalah tabel perbandingan umum GRI G4 dan GRI Standards.

 

Tabel Perbandingan GRI G4 dan GRI Standards

 

Perihal GRI G4 GRI Standards
Dokumen Terbagi dua buku:

1.       Reporting Principles and Standard Disclosure

2.       Implementation Manual

Modular, terdiri dari;

tiga modul standar universal:

·      GRI 101 Foundation

·      GRI 102 General Disclosure

·      GRI 103 Management Approach

dan 33 modul topik spesifik yang terangkum dalam 3 pengkodean modul utama:

·      GRI 200 Economy

·      GRI 300 Environment

·      GRI 400 Social

Pengungkapan Pendekatan Manajemen Disclosure of Management Approach (DMA) dijelaskan dalam G4-DMA dan masing-masing indikator secara spesifik Pendekatan menajemen dijelaskan hanya pada GRI 103, bersama dengan  pembahasan material topic dan boundary.
Format Penulisan Menggunakan kata “indicator”; pembahasan aspek spesifik  hanya fokus pada indikator dan guidance;

tidak membedakan antara yang wajib disajikan dalam laporan dan yang direkomendasikan.

Menggunakan kata “disclosure” atau “pengungkapan”; dan setiap pembahasan disclosure menjelaskan antara:

·         requirements / harus dilaporkan

·         recommendations / tidak wajib, tapi sebaiknya dilaporkan

·         guidance / referensi lain yang dapat digunakan untuk menyusun laporan

Proses Revisi Revisi dilakukan dengan menerbitkan versi terbaru, misalnya menerbitkan GRI G4 untuk merevisi GRI G3.1 Karena modular, revisi dapat dilakukan lebih fleksibel dengan mengubah / menambah / mengurangi standar tertentu yang dituju atau yang relevan. Tidak perlu membuat versi baru.
Isi 58 General Standard Disclosure

G4 DMA

90 Specific Standard Disclosure

 

 

60 General Disclosure

9 Management Approach

82 Specific Disclosure

2 indikator GRI G4 dihapus (G4-EN27 dan G4-EN30)

1 indikator G4 (G4-EN31) direvisi dan dicantuman pada beberapa specific disclosure

Sumber: diolah penulis dari berbagai sumber

 

*) Versi Bahasa Indonesia dapat diunduh dari:

https://www.globalreporting.org/standards/gri-standards-translations/gri-standards-bahasa-indonesia-translations-download-center/

 

GRI, IIRC dan SASB: Berbeda Konsep untuk Tujuan yang Sama

GRI bukanlah satu-satunya lembaga di dunia yang mengusung konsep pelaporan ekonomi, sosial dan lingkungan. Setidaknya ada IIRC dan SASB yang juga mendorong praktik pelaporan ekonomi, sosial dan lingkungan secara global.

International Integrated Reporting Committee (IIRC) didirikan pada bulan Agustus tahun 2010 dan kemudian melahirkan Integrated Reporting Framework (IRF) pada bulan Desember tahun 2013. IRF mengusung konsep laporan terintegrasi (integrated report) yang menekankan pada pelaporan “value creation” perusahaan atau organisasi.

Sustainability Accounting Standard Board (SASB) berdiri pada tahun 2011 dan secara bertahap menerbitkan panduan-panduan laporan keberlanjutan berdasarkan sektor industri sejak tahun 2012. Panduan-panduan tersebut menyajikan indikator-indikator spesifik yang relevan dan material berdasarkan karakteristik industrinya. Dengan demikian, perusahaan tidak perlu lagi menentukan materiality. Laporan yang dihasilkan akan memiliki keseragaman berdasarkan sektor industri dan mudah diperbandingkan satu sama lain.

Terbitnya GRI Standards membuka babak baru dan menempatkan positioning GRI terhadap IIRC dan SASB secara strategis. Panduan IRF yang diterbitkan IIRC saat ini cenderung generik dan normatif. Panduan IRF sampai saat ini juga belum mengalami revisi sehingga terkesan statis.

Di sisi lain, SASB hingga saat ini secara terus-menerus menerbitkan panduan-panduan pelaporan baru berdasarkan sektor industri. Namun karena sifatnya sektoral, panduan-panduan SASB tersebut terbatas dan terkesan memangkas fleksibilitas dan inovasi perusahaan dalam menyusun laporan keberlanjutan. Bagaimana dengan GRI?

GRI diperkirakan tidak akan mengubah format dokumen lagi ke depan. GRI selanjutnya akan fokus pada pengembangan indikator atau pengungkapansecara dinamis. Format GRI saat ini memberian fleksibilitas bagi perusahaan untuk mengembangkan berbagai variasi laporan keberlanjutan. Di sisi lain, GRI juga menyediakan “sector disclosure”, yaitu panduan khusus bagi sektor industri tertentu, sehingga “comparability” atau keterbandingan antar laporan keberlanjutan dapat terjaga, khususnya yang berada dalam sector industri yang sama.

Keismpulannya, pencarian atas format dan konsep laporan keberlanjutan yang “terbaik” bagi GRI sudah selesai, sedangkan bagi IIRC dan SASB hal tersebut masih berjalan.

Page 2 of 3123
Keywords: , ,

Semerdanta Pusaka

Redaktur Ahli MajalahCSR.id, Tenaga Ahli dan Pengamat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR)

[contact-form-7 404 "Not Found"]