× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Okty Damayanti Berharap Banyak Pada Malaikat Kecil

By Redaksi
Dok. Adaro

Okty Damayanti, GM Corporate Social Responsibility (CSR) PT Adaro Energy Tbk pembawaannya yang tenang tidak bisa disamakan dengan ide-idenya di bidang Corporate Social Responsibility (CSR). Menurutnya, ketika seseorang berbagi, ternyata kebahagiaan terbesar bukan dari orang yang menerima, tapi dari yang memberikan.

Awal mula kiprah wanita berkerudung ini bekerja di bidang sales dan marketing pada perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Di Unilever, Okty bergabung sejak tahun 1989 dan ditunjuk sebagai Direktur pada tahun 2007.

Lulusan Sarjana Pertanian dari Institut Pertanian Bogor ini juga pernah memegang Yayasan Unilever Peduli pada Februari 2004. Setelah dirinya sukses di Yayasan Unilever Peduli, Okty di promosikan menjadi Managing Director pada Unilever Food Division.

Kemudian pada tahun 2012, Okty memutuskan untuk keluar dari Unilever Indonesia. Namun seiring berjalannya usia, Okty merasa ingin lebih berguna lagi dan berbagi dengan masyarakat banyak, dan hal ini terwujud pada tahun yang sama. Okty mendapatkan kesempatan menjadi CSR Division Head of PT Adaro Energy Tbk.

Di Adaro, Okty bertanggung jawab untuk membuat strategi dan memanaj program CSR untuk Grup Adaro dan anak usaha. Selain itu, wanita yang ramah ini juga bertanggung jawab untuk Yayasan Adaro Bangun Negeri, sebuah yayasan yang telah ada sejak tahun 2009.

Disini Okty belajar bahwa membantu itu tidak boleh hanya memberi. Karena dengan hanya memberi akan menciptakan mental peminta-minta. “Salah satu cara memberi adalah dengan mengadakan pelatihan,” ujarnya.

Pelatihan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan mengadakan suatu program. Meskipun tidak selalu atas nama Adaro, namun hal ini menjadi efektif saat kerjasama dengan Pemerintah Daerah, LSM juga media lokal dan semua orang yang mempunyai kegiatan bisa berjalan bersama.

“Contohnya program peningkatan kesehatan dengan Stop Buang Air Bebas Sembarangan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan,” paparnya.

Program ini menargetkan Tabalong yang merupakan lokasi operasi penambangan Adaro, tidak memiliki akses sanitasi yang baik, sehingga terdapat 9.492 kasus diare pada tahun tersebut. Juga, sebanyak 17.000 rumah tangga di wilayah tersebut melakukan apa yang dikategorikan sebagai buang air besar sembarangan. Target program ini adalah pada tahun 2019, Tabalong bebas Buang Air Besar Sembarangan (BABS).

Meskipun disibukkan dengan pekerjaan, tapi Okty tetap berusaha dekat dengan keluarga. Misalnya saat berangkat bekerja, dirinya diantarkan oleh anaknya sehingga komunikasi pun tetap berjalan dengan baik.

Selain itu pada saat akhir minggu adalah waktu untuk berkumpul dengan keluarga dengan makan bersama. Salah satu yang merupakan rutinitas tahunan keluarganya adalah setahun sekali mengajukan cuti untuk berkumpul bersama.

Okty bermimpi ingin melihat semua orang mempunyai kedermawanan sosial. Karena pada dasarnya sifat itu ada di setiap hati orang yang masih berupa keinginan ataupun sudah dilakukan.

Saat ini banyak malaikat kecil yang membantu sesama namun tak terlihat dan tak tersentuh oleh pembiayaan maupun pemberitaan. Dengan melupakan agama dan golongan, Okty berharap organisasi besar bisa bergabung dengan malaikat kecil tadi untuk membantu sesama.

[contact-form-7 404 "Not Found"]