× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Henkel Indonesia bantu meningkatkan kondisi kehidupan di Tegalsari

By Redaksi
Dok. Henkel Indonesia

Surabaya – Majalahcsr. Dua puluh karyawan pabrik Henkel Indonesia di Pasuruan berangkat ke Surabaya untuk menjadi sukarelawan dalam proyek pembangunan perumahan untuk warga kurang mampu yang diprakarsai oleh Habitat for Humanity Indonesia. Mereka mendedikasikan satu hari pada sabtu (16/12) untuk membantu masyarakat di kecamatan Tegalsari-Surabaya, agar dapat memiliki perumahan dan sanitasi yang lebih baik.

Bersama dengan warga Tegalsari, karyawan Henkel menghidupkan kembali semangat kerja gotong royong di kecamatan yang berpenduduk padat tersebut. Mereka saling membantu dalam melakukan pengecatan, pembangunan dua rumah dan pemasangan 13 jamban.

“Kami tidak hanya membangun rumah tapi juga memberdayakan masyarakat di Tegalsari untuk memperbaiki kehidupan mereka. Dengan program sukarela ini Henkel membantu memperbaiki kondisi kehidupan masyarakat setempat. Ini juga merupakan kesempatan untuk memperkuat kerja tim karyawan kami. ” kata Manajer Pabrik Henkel Indonesia di Pasuruan, Mashuri sabtu (16/12).

Kegiatan ini didukung oleh program ‘Make an Impact Tomorrow’ yang dilaksanakan oleh Henkel untuk mendukung karyawan dan para pensiunan melakukan kegiatan sukarela bagi komunitas sekitar. Kegiatan serupa juga dilakukan di negara lain oleh Henkel bersama Habitat for Humanity.

Ini adalah kolaborasi kedua Henkel Indonesia dengan Habitat for Humanity dalam proyek perbaikan perumahan warga kurang mampu yang hidup di perkotaan. Pada 2014 karyawan Henkel membangun rumah dan memperbaiki sanitasi air untuk masyarakat Desa Tanjung Anom di Tangerang.

Figria Salmon, Resource Development Officer Habitat for Humanity Indonesia, mengatakan bahwa proses urbanisasi yang cepat mendesak agar dilakukan upaya penyediaan perumahan yang layak di kota-kota besar, termasuk Surabaya. Kecamatan Tegalsari adalah contoh nyata dari dampak urbanisasi. Kepadatan penduduknya telah mencapai 27.311 orang/km2 atau tiga kali lipat lebih banyak dari rata-rata Kota Surabaya.

“Keluarga kurang mampu yang tidak dapat tinggal di rumah layak sangat rentan terhadap masalah kesehatan. Dan anak-anak mereka yang berusia sekolah juga kekurangan ruang untuk belajar,” ujar Figria.

Menurutnya penting bagi sektor swasta untuk ikut mendukung pembangunan manusia yang berkelanjutan melalui pemberdayaan masyarakat yang dapat memastikan semua orang hidup dengan bermartabat di dunia yang berubah dengan cepat.

[contact-form-7 404 "Not Found"]