× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Hari Lingkungan Hidup 2017; ITM Gelar Aksi Peduli Sungai dan Terbitkan  Buku Keanekaragaman Hayati

By Amin Trirahayu

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan sungai dari kerusakan. Seperti yang dilakukan karyawan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITM), Jakarta dengan menanami bantaran sungai Ciliwung bersama Komunitas Ciliwung (KC) sebagai bentuk kepedulian terhadap sungai.

Tanggal 24 Mei lalu, karyawan ITM di Jakarta bersama para aktivis komunitas-komunitas peduli sungai berkumpul di markas KC Condet di Jakarta Timur untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Kegiatan itu diisi dengan menanam pohon di bantaran Ciliwung, melepas bibit ikan dan memperbaiki sarana perpustakaan yang dikelola KC Condet. Mengambil tema “Belajar dari Kearifan Sungai,” kegiatan ini adalah bentuk kepedulian ITM terhadap lingkungan terutama sungai dan sarana mendekatkan karyawan dengan alam.

Sebagai upaya melestarikan tanaman lokal, Direktur Operasional ITM A.H. Bramantya Putra bersama sekitar 30 karyawan ITM menanam pohon  buah setempat di bantaran sungai yang dikelola KC Condet dilanjutkan dengan pelepasan ikan di sungai Ciliwung.

Belajar dari Para Aktivis Peduli Sungai

Acara ini juga menghadirkan para pelopor komunitas-komunitas Ciliwung. Abdul Chodir (KC Condet) dan Teja (KC Puncak) menjelaskan nilai strategis kawasan hulu Ciliwung yang semakin kritis dan upaya mempertahankan fungsi sungai di wilayahnya. Sementara Syahrul Polontalo (KC Depok) menjelaskan anatomi sungai serta masalah dan target pembenahannya. Sungai Ciliwung yang terbukti menopang perekonomian, menjaga sirkulasi air dan mendukung keberadaan diversitas flora dan fauna, saat ini memang memerlukan perhatian lebih.

Peluncuran Buku Bertema Keanekaragaman Hayati

Di samping kegiatan luar-ruang, peringatan Hari Lingkungan Hidup ITM juga ditandai dengan peluncuran buku berjudul “Misi Hijau di Tambang Batubara” pada 6 Juni lalu. Buku ini bergenre populer dengan gambar-gambar yang menarik ditujukan untuk untuk pembaca muda. Buku yang ditulis berdasarkan pengalaman ITM dalam melaksanakan program Study Biodiversity atau keanekaragaman Hayati ini ditulis dan diproduksi oleh Departemen Corporate Communications ITM.

“Buku ini adalah buku ketiga yang kami buat, semuanya merupakan rangkaian kisah yang menjelaskan kepada khalayak bagaimana perusahaan pertambangan seperti ITM, dijalankan dengan bertanggung-jawab,” ungkap Diana Yultiara, Manajer Corporate Communications ITM.

Buku 28 halaman yang dirancang dalam format buku cerita anak tersebut, menuturkan komitmen perusahaan tambang yang bertanggungjawab untuk menyelamatkan spesies-spesies tanaman lokal. Hal ini menggambarkan proyek Studi Keanekaragaman Hayati yang sudah dipraktikkan oleh anak-anak usaha ITM sejak tahun 2009 yakni PT Bharinto Ekatama dan PT Indominco Mandiri.

Buku “Misi Hijau di Tambang Batubara” adalah buku bergambar yang menarik untuk dibaca anak-anak, remaja maupun dewasa, mengisahkan perjalanan lima sekawan Bain, Minko, Eston, Eka dan Adin di tambang batubara. Dalam seri ini mereka belajar mengenai penyelamatan tanaman lokal dalam kaitan dengan reklamasi tambang.

ITM Untuk Pendidikan

Penerbitan buku oleh ITM tak lepas dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berkonsentrasi di bidang pendidikan. ITM memiliki program yang dinamakan ITM Untuk Pendidikan. Saat ini, program yang banyak dijalankan di Kalimantan ini bertujuan membantu dunia pendidikan Indonesia dengan program-program peningkatan kapasitas guru.

Direktur ITM Ignatius Wurwanto menyebutkan bahwa kegiatan ini sebagai momentum untuk menegaskan kembali komitmen ITM dalam menjalankan operasi perusahaan yang berbasis pengembangan berkelanjutan. “Program Studi Keanekaragaman Hayati, ITM untuk Pendidikan, dan Pengembangan Masyarakat akan menjadi  aktivitas-aktivitas penting dalam strategi keberlanjutan bagi Perusahaan,” ungkapnya. ***

 

Amin Trirahayu

Corporate Communications Department PT Indo Tambangraya Megah Tbk

[contact-form-7 404 "Not Found"]