× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Geliat Ekonomi Pasca Tambang

By Redaksi
Direktur Umum dan CSR PT ANTAM, I Made Surata

Jakarta – MajalahCSR. Keterbatasan masyarakat di daerah operasi tambang harus diketahui oleh perusahaan. Sehingga pada saat operasi tambang berjalan masyarakat sudah siap, demikian pula saat tambang ditutup.

Direktur Umum dan CSR PT ANTAM Tbk, I Made Surata M.Si menjelaskan fungsi relasi perseroan pada awal operasi perusahaan adalah menangkap apa yang dibutuhkan oleh masyarakat sesuai dengan keunikan yang ada di situ. “Pada saat persiapan operasi kita sudah mulai pemberdayaan,” ujarnya.

Namun hal ini tidak berarti bahwa masyarakat tidak harus berkerja di industri pertambangan. Artinya lebih kepada mendukung industri pertambangan melalui pemberdayaan ekonomi.

Dari beberapa tambang yang ada, saat ini rencana penutupan tambang terdekat ANTAM adalah di Pongkor. Pongkor sendiri terkenal akan tambang bawah tanahnya yang menjadi warisan sejak jaman Belanda.

Selain tambang bawah tanahnya yang tersohor, daerah Pongkor mempunyai taman nasional dengan kondisi alam yang indah serta terdapat juga sungai Ciganiki. Tapi kekayaan ini tidak lantas membuat masyarakat lantas siap ditinggalkan oleh tambang.

Untuk itu ANTAM merencanakan program agro yang digabung dengan fenomena alam. Saat tambang masih berjalan, ANTAM menanam buah-buahan dengan maksud lima tahun kedepan buah-buahan tersebut sudah berproduksi.

Selain program agro, ANTAM juga melakukan pemberdayaan masyarakat berbahan gading yang juga ada disitu. Potensi alam lainnya yaitu budaya juga dikembangkan mengingat wilayah Pongkor menjadi sumber budaya pada masanya.

“Kombinasi itu akan menjadi destinasi wisata yang berbasis pada pariwisata alam dalam bentuk taman nasional ditambah keindahan sungai Ciganiki dan wisata pendidikan dalam bentuk wisata bawah tanah yang tidak ada duanya di wilayah lain,” ujarnya.

Hal ini diyakini akan bisa melanjutkan ekonomi masyarakat yang tidak berdasarkan industri tambang tapi berpindah menjadi industri pariwisata alam dan tambang bawah tanah.

Sedangkan didaerah misalnya Pomalaa akan menjadi lokasi pendidikan tambang. Kemudian di Halmahera Timur mungkin akan menjadi poros maritim Indonesia Timur yang dikombinasikan dengan industri perikanan yang saat ini sudah dirintis.

[contact-form-7 404 "Not Found"]