× BERITA WAWASAN GALERI RAGAM PERANTI KONSULTASI KONTAK

Dari Kekuatan Kotoran ke Blok Bangunan Botol Plastik

By Redaksi

Artikel ini awalnya diterbitkan oleh Thomson Reuters Foundation News dan diterbitkan ulang dengan izin oleh Responsiblebusiness.com

London – Majalahcsr. (Thomson Reuters Foundation) – Dari bus London yang berjalan menderu dengan mengandalkan biji kopi hingga legenda sepak bola yang memperjuangkan transformasi botol plastik menjadi balok bangunan, 2017 telah setahun penuh dengan penggunaan sesuatu yang inovatif untuk hal-hal yang biasanya kita buang.

Berikut adalah lima penggunaan limbah unik di seluruh dunia:

1) Bus London

Bus London merah mungkin merupakan simbol kuno ibukota Inggris – namun dalam beberapa bulan terakhir ini juga menjadi fokus skema inovatif untuk mengurangi emisi karbon di kota.

Pada bulan November lalu Royal Dutch Shell (RDSa.L) dan bio-bean teknologi bersih mengumumkan penggunaan sampah limbah kopi sekarang untuk dijadikan bahan bakar beberapa bus London. Biofuel baru yang mengandung sebagian minyak kopi ini  bisa digunakan sebagai bahan bakar tanpa memerlukan modifikasi mesin, kata perusahaan tersebut dalam sebuah pernyataan.

Dengan rata-rata orang London yang minum 2,3 cangkir kopi sehari menurut bio-bean, menjadi alasan dikumpulkannya sampah limbah kopi dari tempat mengopi dan pabrik kopi, kemudian limbah kopi ini dikeringkan dan diproses untuk mengekstrak minyak kopi.

2) Kekuatan Kotoran

“Toilet Terbang” yang biasanya berupa kantong plastik berisi kotoran dan sering dilemparkan ke atas secara acak, telah lama menjadi masalah paling krusial di beberapa daerah kumuh Kenya yang paling kotor.

Namun pengembang telah menemukan cara baru untuk tidak hanya mengumpulkan limbah toilet secara higienis namun juga mengubahnya menjadi bahan bakar.

Sanivation, perusahaan sosial memasang wadah plastik berupa “kotak biru” di rumah pelanggan secara gratis, kemudian mengenakan biaya bulanan untuk 700 shilling Kenya ($ 6,78) untuk mengumpulkan limbah.

Kotoran kemudian dipanaskan untuk membunuh bakteri berbahaya dan mengubahnya menjadi bola arang (tidak berbau), lalu dijual di supermarket dengan merek Eco Flame.

Ini berarti lebih sedikit pohon yang ditebang untuk memasak makanan bagi warga Kenya yang berjumlah 44 juta orang, yang dengan cepat menipiskan hutannya dengan pemukiman ilegal, penebangan dan produksi arang.

2) Blok bangunan dari botol plastik

 Di Kamerun, legenda sepak bola Roger Milla yang terkenal dengan tarian gerakan pinggul mendorongnya ke ketenaran internasional di Piala Dunia 1990, telah beralih ke daur ulang botol plastik untuk membuat blok bangunan.

Organisasinya Coeur d’Afrique (Hati Afrika) membayar sekitar 300 pemuda pengangguran di ibu kota negara itu, Yaounde, untuk mengumpulkan plastik yang menghalangi saluran pembuangan dan memperburuk banjir selama musim hujan.

Lembaran yang terbuat dari plastik daur ulang dan telah digunakan dalam proyek konstruksi di kota, termasuk fasilitas olahraga nasional untuk handball.

 3) Limbah untuk plastik

Sementara di Tanzania, pada bulan Februari 2017 seorang pengusaha telah mengubah hampir 1 juta kg sampah menjadi “kayu plastik” yang bisa digunakan untuk pagar, balok rumah, rambu-rambu dan banyak lagi.

Inisiatif oleh EcoAct Tanzania ini memenangkan $ 10.000 Africa Finance and Investment Forum Entrepreneurship Award di Nairobi awal tahun 2017. Perusahaan tersebut mengatakan bahwa pihaknya mengurangi limbah di ibukota komersial Afrika Timur yang berantakan, sekaligus menciptakan lapangan kerja untuk kaum muda dan menyelamatkan pohon.

4) Obrolan mengenai sampah

 Pada bulan April 2017, sekumpulan orang melintasi lima benua dan berdansa dengan cara yang tidak biasa – sebuah upacara minum massal untuk mengatasi limbah makanan.

Hari World Disco Soup pertama di dunia, sebuah acara yang dipromosikan oleh gerakan Slow Food untuk mendorong orang muda memikirkan tentang makanan yang dibuang setiap hari, diberi makan dengan makanan yang seharusnya dibuang.

Penyelenggara mengumpulkan bahan dari petani, restoran, pengecer dan pasar dan memasaknya dengan bantuan koki profesional dan disco-crazy movers dan shakers alike.

Sekitar sepertiga dari makanan yang diproduksi setiap tahun, setara dengan sekitar 1,3 miliar ton, tidak pernah dimakan karena menjadi berkurang kualitasnya setelah panen dan selama transportasi, atau dibuang oleh toko dan konsumen.

Menyimpan 25 persen dari itu akan cukup untuk memberi makan lebih dari 800 juta orang yang tidur kelaparan setiap malam, menurut U.N. Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO).

[contact-form-7 404 "Not Found"]